Senin, 02 Desember 2013

Tulisan 6 bahasa Indonesia 6

Congklak
          Sebagian orang menyebut permainan ini dengan nama dakon. Ada juga yang menyebutnya congklak atau daku. Permainan ini tagalong games (ado pemenang dan yang kalah), dan bukan playing (permainan untuk bersenang-senang belaka). Dulu alat yang digunakan dalam permainan ini terbuat dari kayu yang bentuknya seperti perahu dengan kepala naga di kedua ujungnya. Pada “perahu” tersebut terdapat dua deretan 5 atau 7 lubang berdiameter + 5 cm yang letaknya saling berseberangan. Masing-masing pemain memiliki hak atas deretan 5 atau 7 lubang itu. Selain itu, terdapat sebuah lubang lumbung berdiameter + 10 cm di kedua ujungnya. Masing-masing pemain berhak atas 1 lubang lumbung di sebelah kirinya. Fungsi lubang kecil adalah untuk menjalankan permainan, sedangkan lubang lumbung adalah tempat  mengumpulkan kekayaan (hasil kuwuk). Alat lain yang digunakan adalah biji yang disebut kuwuk, yaitu berupa sejenis kerang berukuran kecil. Bisa pula menggunakan biji asem (kilung) atau kerikil berukuran relatif sama berjumlah  98 butir. Ketiganya merupakan simbolisasi kekayaan pemain.

          Seiring perkembangan zaman, alat permainan ini sekarang dibuat lebih sederhana, yaitu hanya berbentuk perahu datar tanpa kepala naga di kedua ujungnya. Bahkan, sekarang ini baik dakon maupun bijinya dibuat dari plastik.Permainan dakon, congklak atau daku ini dimainkan oleh dua anak perempuan. Namun, remaja puteri atau bahkan ibu rumah tangga pun banyak pula yang tertarik memainkannya. Dakon biasa dimainkan pada saat senggang di siang hari, sesuai dengan waktu bermain anak-anak. Mereka memainkannya secara lesehan di teras rumah,  teras bangunan publik atau di bawah pohon.Sekian cerita tentang permainan dakon atau congklak yang mengasyikan itu dan selamat mencoba dengan teman-teman kalian dirumah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar